E-klaim Ditolak Karena Kartu BPJS Ketenagakerjaanku Hilang

Sebelas hari yang lalu tepatnya Minggu, 28 Agustus 2016 saya melakukan pendaftaran klaim dana JHT BPJS ketenagakerjaan secara online. Cara klaim dana BPJS ketenagakerjaan ini sering kita sebut dengan istilah e-klaim. Kita bisa melakukannnya melalui komputer ataupun hp, tapi saran saya lebih baik melalui komputer.

Mengapa saya memilih e-klaim daripada manual? Alasan utamanya adalah kemudahan. Setelah mendaftar via online beberapa hari kemudian kita akan dipanggil ke kantor BPJS ketenagakerjaan sesuai lokasi yang kita pilih untuk menyelesaikan proses pencairan dana. Memang benar, yang sudah-sudah beberapa teman saya dipanggil maksimal 1 minggu setelah melengkapi data-data melalui komputer.

Persiapan untuk melakukan E-klaim

Untuk melakukan e-klaim BPJS ketenagakerjaan kita harus mempersiapakan sebuah akun email, nomor hp beserta syarat-syarat lainnya. Akun email bisa menggunakan Gmail, Yahoo atau email dari situs pribadi kita. Sebaiknya email jangan dibuat neko-neko, cukup dengan namakita@domain.com.

Nomor hp gunakan saja nomor hp pribadi kita yang dulu digunakan untuk mendaftar BPJS. Kalau nomor sudah ganti bisa gunakan nomor lain yang masih aktif.

Adapun persyaratan untuk e-klaim BPJS ketenagakerjaan adalah sama dengan persyaratan ketika klaim secara manual. Di antaranya Kartu BPJS Ketenagakerjaan, Kartu Keluarga, KTP, Buku Tabungan/rekening bank, Surat Pengalaman Kerja/Paklaring. Semua persyaratan tersebut di-scan dengan format file *.jpg, *.jpeg, *.png, *.bmp atau *.pdf dengan ukuran per-file minimal 100 kB dan maksimal 1,8 MB.

Pembuatan akun personal service BPJS ketenagakerjaan

Semua persiapan dan persyaratan sudah lengkap. Sebelum bisa melakukan e-klaim kita harus membuat akun di web BPJSTK personal service. Caranya cukup mudah. Pertama masuk ke web personal service BPJS ketenagakerjaan di https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/ kemudian pilih isi form Registrasi disini.

Isi semua kolom yang ada di form registrasi mulai dari nomor KPJ aktif (nomor jamsotek/BPJS), nama, tanggal lahir, nomor E-KTP, nama ibu kandung, nomor handphone, alamat email dan terakhir kode keamanan. Baca syarat dan ketentuan yang ada di dalam form registrasi, kemudian beri tanda centang pada Ya, saya setuju. Kemudian klik submit.

Akan ada PIN konfirmasi yang dikirim ke nomor HP dan email kita. Masukkan PIN tersebut untuk mengonfirmasi pembuatan akun personal service BPJS ketenagakerjaan. Setelah berhasil silahkan sign in ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/ dengan akun yang baru saja kita buat.

Setelah sign in dengan akun kita, pada dashboard web akan muncul beberapa pilihan yaitu Profil, Cek Saldo JHT, JHT Tahunan, Simulasi JHT dan E-klaim JHT. Pilihlah E-klaim JHT.

Jika dana BPJS ketenagakerjaan yang akan di-klaim lebih dari 1, kita bisa menambahkan nomor KPJ melalui Profil, Layanan, Tambah KPJ. Nama yang terdaftar pada kartu BPJS ketenagakerjaan harus sesuai dengan nama akun yang tadi kita buat.

Klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan secara online

Setelah urusan pembuatan akun personal service selesai, kini saatnya melakukan klaim dana JHT. Caranya masuk ke akun kita, kemudian pilih e-Klaim JHT. Pada Formulir Pengajuan Klaim pilih nomor KPJ (nomor kartu BPJS), kemudian pada pilihan aksi ubah menjadi Pengajuan Klaim. Untuk jenis klaim pilih sesuai dengan kondisi kita masing-masing, misalnya karena habis kontrak maka pilih Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Lalu klik SUBMIT FORM.

Tunggu sebentar hingga muncul informasi transaksi. Jika keterangannya menyuruh kita untuk menghubungi kantor cabang maka kita tidak bisa melanjutkan e-klaim karena kemungkinan ada data yang tidak cocok antara data di E-KTP dengan data di kartu BPJS ketenagakerjaan. Untuk bisa melakukan e-klaim kita harus memperbaiki kesalahan data di kantor cabang pembuatan kartu BPJS ketenagakerjaan terlebih dahulu.

Jika di informasi transaksi muncul Proses Klaim dapat dilanjutkan artinya kita bisa melakukan klaim dana JHT secara online. Klik LANJUTKAN untuk melanjutkan proses e-klaim. Akan ada sebuah PIN yang dikirim ke nomor hp dan email terdaftar kita. Masukkan PIN tersebut ke kolom PIN. Pilih juga di kantor cabang BPJS ketenagakerjaan mana kita ingin mencairkan dana tersebut.

Lengkapi semua kolom yang tersedia di formulir klaim tersebut termasuk Nama Pemilik Rekening, Nama Bank dan Nomor Rekening. Lalu upload kelima persyaratan yang sudah saya sebutkan di awal artikel ini. Setelah itu klik simpan.

Nanti akan ada email pemberitahuan yang menerangkan bahwa pengajuan klaim JHT melalui website telah berhasil direkam dan sedang dalam proses persetujuan BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang yang kita pilih. Biasanya kita disuruh menunggu pemberitahuan selanjutnya yang dikirim melalui email dalam beberapa hari ke depan. Kalau saya hanya disuruh menunggu selama 2x24 jam hari kerja.

E-Klaim BPJS Ketenagakerjaanku benar-benar ditolak

Karena saya mendaftar e-klaim di hari minggu, akhirnya saya mendapat email pemberitahuan pada hari Selasa, 30 Agustus 2016 sekitar pukul 11.53. Awalnya senang karena saya kira itu email panggilan untuk menyelesaikan e-klaim di kantor cabang. Tapi ternyata bukan, sayapun kecewa.

email penolakan klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan secara online
Email penolakan e-klaim BPJS Kesehatan

Ternyata permintaan klaim JHT melalui website yang kemarin saya kirim ditolak lantaran kartu BPJS hilang. Kartu BPJS ketenagakerjaan yang hilang tidak bisa diklaim secara online. Waktu itu saya cuma upload surat keterangan hilang dari perusahaan yang diberikan saat habis kontrak. Lah iya, wong selama bekerja kartu BPJS Ketenagakerjaan saya disimpan perusahaan kemudian hilang. Akhirnya pas habis kontrak cuma diberi surat keterangan hilang.

Saya mencoba menghubungi nomor yang diberikan di dalam email tadi. Diangkat, kemudian saya banyak tanya soal klaim dana JHT secara manual. Kata masnya yang ngangkat telepon sekarang tidak perlu ngantri dengan kupon seperti kemarin-kemarin. Sekarang bisa datang langsung dan proses pencairan dana hari itu juga. Tapi datangnya banyak yang jam 6 pagi padahal pelayanan dibuka mulai pukul 08.00.

Hari Jumat, 2 September 2016 saya pergi ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Karena buka jam 8, saya berangkat pukul 07.00 dan sampai di sana 30 menit kemudian. Ternyata benar kata mas pengangkat telepon kemarin kalau saya harus berangkat pagi-pagi. 07.30 sampai disana saya lihat motor sudah terparkir penuh dari depan pintu masuk hingga ujung. Ruang tunggu sudah tidak muat, sampai membludak ke luar ruang tunggu karena tidak kebagian tempat duduk.

Saya tanya ke pak satpam, ternyata kuota klaim JHT secara manual untuk hari itu sudah penuh. Pak satpam berpesan kalau mau klaim manual besok datangnya pagi-pagi sekitar pukul 06.00 sudah di tempat. Hadeeeh..... susah juga ternyata. Saya kira kupon antrian ditiadakan karena pencair dana JHT sudah sepi, tapi ternyata ramainya masih luar biasa.

Akhirnya saya pulang tanpa membawa hasil. Besok saya akan coba datang lebih pagi sekitar pukul 06.00 untuk klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan secara manual. Bagaimana prosesnya, seperti apa hasilnya akan saya tuliskan di artikel selanjutnya. Jadi buat teman-teman yang mau mencairkan dana JHT secara manual terus pantengin blog ini ya...

Posting Komentar

0 Komentar