Kenali Ciri HP Bergaransi Resmi Agar Tidak Tertipu Konter Nakal

Minggu sore kemarin sekitar pukul 15.30 saya pergi ke suatu pusat perbelanjaan di dekat tempat tinggal saya. Tujuan saya ke sana untuk membeli hp baru pesanan kakak pertama. Tapi bukan kakak pertama “kera sakti” loh ya, kakak pertama saya ini adalah kakak terganteng karena kakak lainnya cewek semua :lol:

Sebenarnya bingung juga memilih merk dan tipe hp yang akan dibeli. Lah wong kakak cuma memberi saya sejumlah uang tanpa menyebut merk dan tipe yang diinginkan. Katanya terserah mau dibelikan hp apa yang penting harganya tidak lebih dari uang yang diberikan tadi.

Singkat cerita saya sudah berada di pusat perbelanjaan di antara konter-konter hp. “Boleh kakak mau cari handphone apa?” tanya cewek-cewek cantik penjaga konter yang saya lewati berharap saya mau mampir ke konternya. Tapi saya memilih ke Erafone dulu untuk melihat tipe dan harga yang kira-kira cocok. Mudahnya lagi kalau di Erafone kan harga pas tanpa tawar menawar, kadang ada promonya juga.

Di Erafone belum menemukan yang cocok, namun saya sudah sempat tanya-tanya harga beberapa tipe hp ke SPG-nya. Berbekal harga tersebut saya memberanikan diri untuk mencari hp di konter-konter sebelah Erafone. Harus berani malu nih buat alot-alotan harga.

Mampirlah saya ke sebuah konter. Saya tanyakan 3 tipe hp dari merk yang sama beserta harganya. Kemudian si penjaga konter balik tanya mau yang garansi distributor (kadang disebut garansi toko) atau yang resmi. “Yang resmi saja” jawab saya.

Saya sedikit kaget saat mendengar harga-harga yang disebut oleh si penjaga konter. Kenapa kaget? Lebih mahal dari Erafone? Tidak, harganya justru lebih murah 200ribu-350ribuan. Gila! Belum ditawar sudah murah begini, apalagi nanti kalau sudah saya tawar kemudian deal pasti jadinya super murah.

Penjaga konter memberi 3 sample hp yang tadi saya tanyakan. Saya coba semua mulai dari kemampuan kamera, internet, cek internal, cek ram dan informasi sistem lainnya. Dari ketiga tipe itu saya rasa tidak jauh beda performanya, yang sangat terlihat hanya beda bentuk dan ukuran layar.

Saya putuskan untuk membeli hp garansi resmi yang ditawarkan dengan harga 2,15 juta. Tawar menawar yang begitu alot pun terjadi. Akhirnya deal, saya dapat barang itu dengan harga 1,9 juta. Masih tidak percaya kalau saya mendapat barang bergaransi resmi dengan harga yang sangat murah di bawah harga pasaran.

Tak lama setelah terjadi kesepakatan, si penjaga konter mengambil hp baru yang masih terbungkus rapi di dalam dusbox. Saya cek dengan teliti dusbox hp tersebut. Lah kok ciri-cirinya seperti garansi distributor. Saya beri beberapa pertanyaan ke si penjaga konter kok malah ngeyel. Dengan terpaksa saya membatalkan pembelian hp tersebut.

Alasan saya membatalkan pembelian hp itu karena sudah terjadi kesepakatan untuk hp android bergaransi resmi seharga 1,9 juta. tapi ternyata saya diberi tipe hp yang sama dengan garansi distributor yang tidak resmi.

Seperti yang kita ketahui bersama, untuk urusan garansi jika ada kerusakan di kemudian hari garansi resmi lebih mudah, gratis (selama masih masa garansi) dan tentunya diterima oleh service center resminya. Sedangkan garansi distributor jika ada kerusakan tidak bisa diperbaiki di service center resmi, biasanya mereka menolak karena nomor seri tidak terdaftar untuk ponsel yang beredar di Indonesia. Klaim garansi distributor seringnya sih disuruh ke toko tempat pembelian hp, itupun kadang masih kena biaya ditambah proses pengerjaannya yang lama.

Hati-hati! Jangan sampai kena tipu penjaga konter nakal

Kenapa hanya masalah sepele seperti di atas harus saya tulis di blog ini? Karena saya merasa dibodohi. Untung saja saya teliti dusbox sebelum transaksi dilakukan hingga akhirnya batal membelinya. Tidak hanya sekali ini konter-konter hp berusaha membodohi saya. Pasti ini juga terjadi pada calon-calon pembeli hp lainnya, entah akhirnya kena tipu atau tidak. Kalau saya pernah sekali (lebih tepatnya teman saya) :-D Cerita lengkapnya seperti di bawah ini.

Tahun 2012

hp android xperia mini pro sk17i
Xperia Mini Pro

Waktu itu sedang ramai hp Sony Ericsson Xperia. Kebetulan saya dan seorang teman kerja sama-sama ingin memiliki hp android Sony Ericsson Xperia Mini Pro. Cari info harga pasaran hp tersebut kemudian berangkatlah kami ke pusat perbelanjaan untuk mencari Xperia Mini Pro di sana.

Sampai di salah satu konter kami menanyakan Sony Ericsson tipe tersebut. Ada 1 barang berwarna hitam. Karena teman saya mencari Xperia Mini Pro warna hitam, dia yang menawarnya sampai deal dan barang jadi miliknya.

Kami pindah ke konter hp lain untuk mencari barang yang sama. Kali ini saya mencari Xperia Mini Pro warna putih. Saya menemukan di salah satu konter, saya tawar kemudian deal dengan harga yang lebih murah 20.000 rupiah dibanding milik teman saya.

Tapi ada yang aneh, sama-sama Xperia Mini Pro baru tapi dusbox saya masih segel terbungkus plastik rapi sedangkan dusbox teman saya hanya tersegel tanpa bungkus plastik. Isi di dalam dusbox pun beda. Milik teman saya hanya ada hp Xperia Mini Pro, adapter, kabel data, headset dan buku panduan (lupa ada kartu garansi atau tidak). Sedangkan milik saya berisi hp Xperia Mini Pro, adapter, kabel data, headset (bentuk dan kualitas lebih bagus), microsd 2 GB, anti gores, buku panduan dan kartu garansi.

Ternyata milik teman saya hp bergaransi distributor (garansi toko), sedangkan Xperia Mini Pro saya bergaransi resmi (importir Metrodata). Saya merasa tertipu. Sayangnya dulu saya belum tahu perbedaan serta ciri dari hp garansi distributor dan garansi resmi.

Tahun 2014

asus zenfone 5 A500CG rom 8 GB ram 2 GB

Di bulan Agustus tahun 2014 saya membeli hp Asus Zenfone 5. Waktu itu sedang banyak dicari hp ini karena harganya murah dengan spesifikasi tinggi. Saya sudah janjian COD dengan seorang pedagang di pusat perbelanjaan itu karena dia juga promosi online.

Sebelum ketemuan, saya coba tanya Zenfone 5 ke konter lain. Tadinya diberi harga yang lebih tinggi dari harga pasaran. Tawar menawar terjadi, sampai saya beranjak pergi karena tidak cocok dengan harganya. Eh.... lah kok si koko manggil saya. Ternyata Asus Zenfone 5 yang tadi ditawarkan tinggi bisa saya dapat dengan harga yang super murah di bawah harga pasaran. Tapi saya tidak mau membayarnya karena sudah terlanjur dongkol dan ragu dengan kemasannya.

Skip, skip, skip,,, akhirnya saya bertemu dengan orang yang sudah janjian COD. Barang sudah disiapkan. Katanya harga yang dipasang di internet sudah net, tapi pas ketemuan ternyata masih bisa digoyang. Lumayan masih bisa kurang 20.000. Saya tidak berani menawar terlalu banyak karena memang sudah beberapa hari mencari Zenfone 5 susah nemunya. Takutnya nanti kalau saya tawar murah malah dijual ke yang lain.

Sebelum transaksi saya bertanya garansi, memastikan garansi resmi atau bukan. Ya, meskipun belum tahu betul perbedaan garansi resmi dengan distributor. Setidaknya kalau si penjual jujur saya dapat hp yang benar-benar bergaransi resmi. Alhamdulillah si penjual jujur. Malah saya ditunjukkan perbedaan garansi resmi dengan garansi distributor secara jelas.

Dari transaksi inilah saya mengetahui perbedaan dari kedua garansi itu. Terima kasih mas Syamsudin dan pak Yusuf atas pencerahannya.

Berbekal pengetahuan tentang perbedaan garansi resmi dengan garansi distributor, saya jadi sering disuruh menemani teman-teman saat membeli hp. Awal-awal saya ajak mereka ke konter pak Yusuf. Kami selalu mendapat hp bergaransi resmi.

Saya mengantar teman beli hp ke pak Yusuf bukan karena sudah kongkalikong soal harga. Saya sama sekali tidak mengambil keuntungan dari itu. Saya hanya ingin menunjukkan tempat beli hp yang jujur tanpa tipu-tipu. Tapi namanya manusia pasti ada pikiran negatifnya. Ada beberapa teman yang mengira saya mengambil keuntungan dari semua itu.

Karena ada yang mengira saya mengambil keuntungan, sekarang setiap ada yang beli hp baru tidak saya antar ke pak Yusuf lagi. Saya antar mereka ke konter-konter hp lainnya. Kadang saya juga menolak untuk mengantar.

Pernah saat di konter lain saya menanyakan Asus Zenfone 5. Si penjaga konter memberikan harga untuk garansi resmi, tapi yang dikeluarkan hp bergaransi distributor. Langsung saja saya bilang “Kok yang dikeluarin garansi distributor mbak? Tadi kan harga garansi resmi.” Si penjaga konter langsung mengeluarkan hp garansi resmi dan mengembalikan hp garansi distributornya ke dalam etalase.

Tahun 2016

Ini yang baru terjadi 2 hari yang lalu ketika saya mencari hp untuk kakak saya, seperti yang telah saya ceritakan di awal artikel. Dengan lihainya si penjaga konter menjelaskan kelebihan-kekurangan dari ketiga hp yang sedang saya coba. Sampai akhirnya saya menentukan pilihan ke hp seharga 2,15 juta itu.

Untuk hp yang saya pilih si penjaga konter menawarkan harga 2,15 juta untuk garansi resmi dan 1,65 juta untuk garansi distributor. Kedua harga masih penawaran, belum harga deal tawar menawar. Saya agak curiga karena harga masih dibawah harga standar. Hingga akhirnya saya dapatkan hasil tawar menawar garansi resmi dengan harga 1,9 juta.

Kecurigaan terbukti setelah melihat barang yang dibawa saat akan bertransaksi. Yang katanya garansi resmi ternyata ciri-cirinya seperti garansi distributor. Berarti kalau transaksi dilanjutkan, saya harus membayar barang seharga 1,65 juta menjadi 1,9 juta. Ketipu banyak dong ya?

Memang kemasan dusboxnya mirip dengan hp bergaransi resmi. Plastik pembungkus dusbox-pun rapi, tertutup semua tidak ada yang terbuka. Tapi yang membuat saya yakin barang itu bergaransi distributor adalah tulisan di dusbox huruf Cina, dusbox kotor padahal berada di dalam kemasan plastik dan tidak ada nama importirnya. Yang lebih meyakinkan lagi adalah ketika si mbak penjaga konter membandingkan dengan produk iPhone garansi distributor ternyata plastik pembungkus dusbox sama rapi dengan hp yang akan saya beli. Akhirnya saya batal bertransaksi.

Pesan untuk yang akan beli hp baru

Teman-teman yang ingin beli hp baru sebaiknya kenali dulu spesifikasi hp yang diinginkan. Cari informasi berapa harga pasaran saat ini. Lebih baik beli hp bergaransi resmi agar mudah klaim garansi jika terjadi kerusakan di kemudian hari. Jika perlu ajaklah teman yang lebih paham tentang hp.

Kenali juga apa perbedaan antara hp bergaransi resmi dengan hp bergaransi distributor beserta ciri-cirinya. Memang tidak semua konter hp nakal seperti yang saya ceritakan, buktinya di pusat perbelanjaan itu saya juga menemukan konter yang jujur. Tapi alangkah lebih baiknya kita mengetahui perbedaan kedua garansi tersebut agar kita tidak tertipu saat bertemu dengan penjaga konter yang nakal.

Mungkin di lain waktu akan saya tuliskan ciri-ciri dan perbedaan hp garansi resmi dengan hp garansi distributor. Jadi tetap pantengin blog RinduGajian! Oke? Oiya,,, ini hanya sedikit cerita tentang pengalaman saya saat membeli hp. Tidak ada tujuan tertentu, tidak untuk menjatuhkan ataupun mempromosikan nama-nama yang tadi saya sebut :-P

Posting Komentar

0 Komentar