Mengantar Belanja Akhirnya Beli Mouse Wireless

Kemarin siang ada seorang teman yang minta ditemani pergi ke pusat perbelanjaan di daerah saya, Cikarang. Cewek? Bukan, dia cowok. Ini bukti bahwa bukan hanya kaum perempuan saja yang hobi main ke pusat perbelanjaan, lelaki juga. Tetapi dengan tujuan yang berbeda. Kalau cewek pergi ke pusat perbelanjaan untuk mborong pakaian, kami pergi kesana untuk belanja barang-barang yang akan dijual kembali di konter baru milik teman saya itu.

Sekitar jam 11 teman saya sampai di rumah saya. Beberapa saat kemudian kami berangkat menuju pusat perbelanjaan. Pertama menuju ke tempat penjualan grosir kartu perdana dan voucher fisik pulsa. Tulis apa saja yang ingin dibeli beserta jumlahnya, serahkan ke pelayan toko. Tak berapa lama pelayan toko datang dengan membawa struk belanja berisi nominal harga yang harus dibayar. Setelah dibayar, pelayan toko tersebut menyerahkan barang yang kami beli beserta struk pembelian.

Dari grosir kartu perdana dan voucher pulsa kami pindah ke grosir aksesoris hp. Karena belanjaan aksesoris hp minggu lalu masih banyak yang belum terjual, kami hanya mencari barang-barang yang dipesan oleh pelanggan. Beberapa barang pesanan pelanggan konter teman saya diantaranya baterai hp, silikon, flip cover. Sialnya untuk tipe hp pesanan tersebut barangnya sedang kosong semua. Cari di grosir aksesoris hp sebelah juga kosong.

Pencarian aksesoris hp pesanan pelanggan tidak membuahkan hasil. Yowes lah, dilanjut pencarian berikutnya. Kami berpindah ke pusat servis hp untuk mencari layar lcd. Lagi-lagi kami harus kecewa, di tempat service hp dan sparepart kami tidak menemukan layar lcd yang sesuai untuk tipe hp yang akan diganti.

Kami coba pindah ke beberapa tempat service hp dan penjualan sparepart, ternyata sama sekali tidak ada yang punya stok lcd untuk tipe hp tersebut.

Saat pergi meninggalkan toko sparepart, kami melewati sebuah toko komputer. Langkah saya terhenti sejenak, tatapan mata tertuju pada satu benda kecil berwarna hitam dan silver di etalase toko komputer itu. Benda kecil itu bernama mouse. Mouse yang saya perhatikan sedari tadi adalah mouse wireless.

Saya memutuskan untuk mampir ke toko komputer itu untuk menanyakan berapa harga mouse wireless tersebut. Si penjaga toko melayani dengan sangat ramah, kemudian mengambilkan mouse sesuai dengan yang saya tanyakan dan menambah 1 buah mouse berbeda merk sebagai pembanding. Mouse yang saya tanyakan adalah buatan Prolink dengan seri PMW5002 yang dijual seharga 125.000 sedangkan pembandingnya dibanderol dengan harga 150.000.

Namun saya tetap memilih mouse yang pertama saya lirik, dengan harga 125.000. Pengalaman saya menggunakan mouse dengan merk pembanding yang harganya 150.000 mudah rusak, atau saya yang tidak bisa merawatnya sehingga cepat rusak? Entahlah. Tapi sayangnya, harga mouse yang akan saya beli tidak bisa kurang lagi. Katanya sudah harga grosir. Memang sih beberapa kali beli barang di situ harganya sudah lumayan miring tanpa tawar menawar. Tanpa pikir panjang, saya langsung bungkus mouse tersebut.

Alasan membeli mouse wireless

Dari awal berangkat ke pusat perbelanjaan, saya hanya berniat untuk mengantar teman saya belanja barang dagangan. Tapi ternyata setelah melihat mouse wireless yang dipampang di etalase toko komputer tadi, saya tidak tahan hingga kemudian membelinya. Waktu itu saya ingat touchpad laptop di rumah yang sudah terkikis berubah warna dari emas menjadi hitam karena sudah terlalu lama tidak menggunakan mouse.

touchpad laptop terkikis menjadi hitam
 Penampakan warna touchpad dari emas menjadi hitam

Sudah lama sekali saya ingin memiliki sebuah mouse wireless. Kapok beberapa kali menggunakan mouse kabel selalu rusak di bagian kabelnya yang membuat mouse menjadi hilang fungsi. Selain itu mouse wireless lebih praktis jika dibanding mouse kabel karena tidak ada kabel berseliweran di dekat laptop

Review tentang mouse wireless Prolink PMW5002

Sesampai di rumah, saya segera mengunjungi beberapa online shop untuk membandingkan harga mouse wireless baru saya. Ternyata di online shop harga mouse wireless sProlink PMW5002 ada yang sama 125.000. Bahkan ada yang membanderol dengan harga di atasnya. Saya cari yang lebih murah belum menemukannya. Itu ada yang free ongkir dan ada yang belum termasuk ongkos kirim. Itu artinya saya sudah membeli mouse dengan harga pasaran, tidak kemahalan.

Sekarang tiba saatnya untuk mencoba produk yang baru saja saya miliki. Kemasan saya buka. Di dalamnya terdapat sebuah mouse, USB receiver, 1 buah baterai AA, user manual dan kartu garansi. Dari segi dimensi saya rasa mouse wireles ini cukup nyaman digunakan.

mouse wireless
 Penampakan mouse wireless baruku

Baterai saya pasang, tombol power saya ON-kan, USB receiver saya pasang di laptop. Mouse saya goyang-goyang dan berfungsi dengan baik. Ketika USB receiver saya colok tidak ada instal driver apapun, mungkin karena laptop saya be-OS Linux. Saya tidak tahu seandainya digunakan pada perangkat ber-OS jendela apakah harus menginstal driver atau tidak.

Mouse wireless ini menggunakan 1 buah baterai AA sebagai sumber dayanya. Konon baterai bisa bertahan sampai 6 bulan lebih. Mouse wireless ini disertai dengan fitur penghemat daya Sleep Mode. Jika mouse menyala dan tidak digunakan dalam waktu 3 menit maka secara otomatis mouse akan masuk ke dalam sleep mode. Pada saat yang bersamaan LED pada mouse wireless ini juga akan mati. Untuk menggunakannnya kembali kita hanya perlu klik di sembarang tombol pada mouse.

Secara keseluruhan saya puas sekali dengan mouse wireless Prolink PMW5002 yang baru saja saya beli. Semoga awet dan bisa mempermudah aktivitas saya.

Posting Komentar

0 Komentar