Cara Sukses Menghadapi Tes Wawancara Kerja

Setelah lolos psikotes di suatu perusahaan, peserta akan melanjutkan tes tahap berikutnya. Umumnya, tes berikutnya adalah interview atau wawancara. Tes inilah yang sering membuat banyak peserta seleksi gagal. Sehingga banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara agar lolos tes wawancara kerja dengan mudah.

Tes wawancara masing-masing perusahaan berbeda. Ada yang dua kali wawancara, ada yang satu kali wawancara. Ada yang cukup wawancara HRD, ada pula yang interview langsung dengan calon atasan (interview user). Yang jelas semuanya bikin jantung deg deg ser :-D

Model tes interview masing-masing perusahaan pun berbeda. Ada yang satu peserta bertemu satu HRD, ada yang keroyokan satu peserta lawan tiga HRD dan ada yang lima peserta lawan satu HRD. Bahkan saya pernah mengalami tes wawancara di perusahaan otomotif daerah Cikarang dengan 10 peserta bertemu 1 HRD dalam satu waktu dan ruangan.

Selain jumlah peserta dalam sekali interview, ada satu lagi perbedaan model interview antar perusahaan. Ada yang face to face seperti ngobrol biasa membahas apapun yang ingin diketahui oleh HRD, ada perusahaan yang hanya menyuruh peserta tes untuk memperkenalkan diri saja. Awalnya saya pun heran apa yang dinilai dari interview yang hanya perkenalan diri saja. Tapi saya tidak ambil pusing, biarlah hanya HRD dan Tuhan saja yang tahu :mrgreen:

Tips Suskse Menghadapi Tes wawancara Kerja

Cara Sukses Menghadapi Tes Wawancara Kerja
Bagi Anda yang sedang mencari kerja dan akan melakukan tes wawancara, berikut ini akan saya berikan beberapa tips agar sukses menghadapi tes wawancara kerja. Hahahah.... memang agak berlebihan dalam membuat judul karena ada kata sukses, padahal yang akan saya tulis hanya diambil dari pengalaman tes wawancara saya selama mencari pekerjaan. Meski demikian saya harap ini bisa bermanfaat bagi Anda pembaca setia blog sederhana ini.

1. Persiapakan Segala Sesuatu dengan Baik

Anda yang akan tes wawancara jangan pernah meremehkan hal ini. Persiapan yang baik sebelum tes wawancara akan membuat Anda lebih percaya diri saat berhadapan dengan HRD.

Sebelum wawancara kerja, Anda bisa menanyakan kepada teman yang pernah mengikuti tes interview di perusahaan yang sama perihal pertanyaan apa saja yang biasa diberikan saat interview di perusahaan tersebut. Anda juga bisa berdikusi melalui grup pencari kerja di facebook tentang wawancara yang akan Anda hadapi. Kemudian coba pikirkan jawaban untuk kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan oleh pewawancara. Memang pertanyaan bisa saja berbeda, tapi kalau ternyata pertanyaan sama kan Anda sudah menyiapkan jawaban yang tepat.

2. Perhatikan Penampilan Anda

Orang lain akan lebih terkesan kepada kita jika penampilan kita bersih dan rapi. Begitu juga dengan HRD. Coba perhatikan penampilan Anda untuk memberi kesan pertama yang baik. kemeja dan celana bahan rapi disetrika, gunakan ikat pinggang, jangan menggunakan wewangian yang menyengat (pakai yang kalem saja), untuk laki-laki rambut tidak gondrong dan jangan lupa mencukur kumis dan jambang serta potong kuku yang panjang.

3. Datang Tepat Waktu

Sama halnya seperti psikotes, Anda harus datang ke tes wawancara tepat waktu. Jangan sampai hanya karena terlambat beberapa menit Anda kehilangan kesempatan untuk masuk ke perusahaan idaman Anda. Datanglah 30 menit sebelum tes interview dimulai agar memiliki waktu cukup untuk istirahat setelah perjalanan, sehingga Anda akan lebih tenang dalam menghadapi wawancara.

4. Pemanasan Mulut

Ya, pemanasan mulut. Ini bertujuan agar tidak stres selama menunggu giliran dan juga agar tidak muka kaku saat di interview. Anda bisa ngobrol dengan sesama peserta interview saat menunggu. Anda juga bisa melakukan senam mulut sebelum masuk ke ruang interview.

Oiya, akan lebih baik lagi jika Anda sedia air mineral untuk diminum saat menunggu giliran interview. Ini bertujuan agar Anda tidak dehidrasi dan bisa fokus selama diwawancara. Sesekali basuh muka dengan air agar terlihat lebih segar. Usahakan mata jangan sampai merah.

Pengalaman saya pernah menunggu interview sejak jam 1 siang sampai masuk ke ruang interview jam 5 sore, tanpa minum dan hanya sekali membasuh muka. Bukan tanpa alasan, ini karena saya interview di dalam perusahaan, tidak bisa keluar untuk sekedar membeli minum lantaran menunggu di dalam kantor sedangkan penjual minumannya ada di luar perusahaan. Saking setres dan capeknya menunggu mata saya menjadi merah dan hilang konsentrasi.

Ketika interview saya ditanya “kok mata kamu merah, ngantuk ya?” Saya mulai gugup dan hilang fokus, ketika diberi pertanyaan jawabnya cuma muter-muter. Akhirnya saya sukses gagal ;-(

5. Jawab Pertanyaan dengan Sopan dan Jelas

Ketika giliran Anda, masuklah dengan sopan. Berikan salam, sapa dan senyuman ramah Anda ke pewawancara. Jangan ragu untuk mengajak berjabat tangan. Duduklah setelah dipersilahkan. Lakukan kontak mata dengan pewawancara, konsentrasi, dengarkan pertanyaan yang diberikan.

Jangan terburu-buru memberikan jawaban, tetap tenang, pikirkan jawaban kemudian jawab dengan percaya diri dan suara yang meyakinkan.

Jika Anda dipersilahkan untuk memperkenalkan diri, perkenalkan dari hal yang berhubungan dengan diri Anda (Nama, daerah asal, usia dll), kemudian hal yang berhubungan dengan keluarga dan terakhir hal yang paling umum. Jika Anda bingung, hafalkan saja urutan sesuai dengan formulir pendaftaran yang pernah Anda isi ketika lolos psikotes.

Berikan jawaban yang logis dan jelas untuk setiap pertanyaan agar tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru. Untuk yang berpengalaman, biasanya ditanya tentang pengalaman, jadi Anda harus bisa menceritakan tentang pengalaman di tempat kerja sebelumnya.

Pengalaman saya pernah ditanya tentang hobi. Kebetulan salah satu hobi saya adalah karaoke. Akhirnya saya diminta untuk menyanyi sepenggal lirik. Malu? Jelas malu, lah wong interviewnya di ruang HRD dan orang-orang di dalamnya berdiri semua mendengar ada orang nyanyi :lol:

Pokoknya di ruang interview segala kemungkinan permintaan bisa terjadi. Pasalnya, bukan saya saja yang pernah diminta untuk mempraktekkan sesuatu. Kawan saya pernah bilang kalau dia jago berhitung, akhirnya disuruh menghitung luas ruang interview, tanpa alat ukur. Hadeeehhhhh.,....

6. Memberi Pertanyaan Kepada Pewawancara

Ini serius. Anda bisa memberi pertanyaan kepada pewawancara. Anggap saja tes wawancara yang sedang Anda hadapi adalah sebuah diskusi. Dengan begitu Anda akan merasa lebih tenang dan lebih cair. Saya juga sesesekali bertanya kepada pewawancara, toh mau saja mereka menjawab pertanyaan saya.

7. Ketahui Batas Tunggu Pengumuman

Di akhir wawancara biasanya Anda akan diberitahu kapan maksimal pengumuman akan diterima. Mungkin lewat telepon atau SMS. Jika sudah melebihi batas maksimal itu tidak ada kabar berarti gagal. Tapi kadang ada pewawancara yang lupa/sengaja tidak memberitahu. Anda bisa menanyakan batas waktu tersebut biar tidak merasa di-php kalau ternyata tidak ada kabar. Sebelum keluar ruangan jangan lupa tanyakan juga apa yang masih menjadi unek-unek bagi Anda tentang perusahaan itu.

Penutup

Demikian tadi tips sukses menghadapi tes wawancara kerja dari saya. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari pekerjaan dan akan tes interview. Semoga sukses selalu menyertai kita semua. Salam bolangers....

Posting Komentar

0 Komentar