Cara Mencari Lowongan Kerja Lulusan SMK

Mencari lowongan kerja untuk lulusan SMK atau SMA gampang-gampang susah. Banyak lulusan SMK sederajat yang lama menjadi pengangguran karena ketatnya persaingan antar pencari kerja untuk mengisi lowongan kerja yang sedikit. Persaingan itu terjadi antar semua lulusan baik yang fresh graduate maupun yang sudah lama.

Perjuangan lulusan SMK untuk mendapat pekerjaan sangatlah keras. Berbagai usaha dilakukan untuk mendapatkan update informasi lowongan pekerjaan terbaru. Tak hanya itu, sejumlah biaya dan waktu pun sudah dikorbankan demi cepat mendapat sebuah pekerjaan.

Anda yang tinggal di dekat sekolah SMK atau di daerah industri pasti sering melihat segerombolan pemuda bersepatu, berpakaian rapi, bercelana hitam, menggendong tas berisi amplop coklat berseliweran ke sana kemari. Mereka sedang berikhtiar untuk mendapatkan pekerjaan. Sungguh suatu perjuangan yang luar biasa.

Cara Mencari Lowongan Kerja Lulusan SMK SMA


Saya sendiri sudah beberapa kali habis kontrak dan sudah berkali-kali menjajakan surat lamaran ke berbagai perusahaan. Menganggur di usia sebelum 22 tahun saya masih enjoy ngebolang mencari lowongan kerja. Tapi pada saat menganggur di usia 23 tahun lebih saya mulai merasa malu, karena harus bersaing dengan anak-anak lulusan baru. Hahahai.... itu perasaan saya pribadi loh, gak tau perasaan usia-usia 23 tahun yang lain. Ya, meskipun lebih banyak pengalaman kerja jika dibandingkan mereka, tetapi kalau sudah ngobrol pasti larinya ke umur. Ketahuan deh saya seangkatan kakak mereka :mrgreen:

Dari pengalaman saya ngebolang bertahun-tahun, saya bisa menyimpulkan bermacam cara yang bisa dilakukan para pencari kerja untuk segera mendapat pekerjaan. Apa saja caranya? Simak cara-caranya berikut ini:

1. Mengunjungi BKK

Mengunjungi BKK (Bursa Kerja Khusus) biasanya ada di sekolah-sekolah SMK. Perusahaan bekerjasama dengan SMK untuk menyelenggarakan tes seleksi penerimaan calon karyawannya. Jika akan mengadakan tes, pengurus BKK pasti memajang pengumuman di papan pengumuman berisi persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi.

Biasanya BKK memberlakukan sistem member bagi para pencari kerja, khususnya BKK yang berada di sekitar daerah industri. Pendaftaran member akan dikenakan sejumlah biaya dan member berlaku selama 1 tahun. Setiap member yang ingin mengikuti tes seleksi diharuskan membayar uang pendaftaran per tes. Peraturan ini tidak mutlak untuk semua BKK, mungkin saja berbeda antara BKK satu dengan BKK lainnya.

Mendaftar ke BKK di SMK sangat dianjurkan bagi Anda yang lulusan baru. Apalagi bagi Anda lulusan baru dari SMK daerah dan tidak ada saudara di perantauan. Jadi nanti begitu Anda menginjakkan kaki di tanah orang sudah langsung memiliki pekerjaan.

2. Mendaftar di Yayasan atau Konsultan Penyalur Kerja

Selain bekerja sama dengan BKK di SMK, ada juga perusahaan yang bekerjasama dengan yayasan atau konsultan penyalur kerja. Sudah banyak yayasan yang menerima dan mengadakan tes seleksi penerimaan calon karyawan suatu perusahaan. Bisa dibilang untuk sekarang ini konsultan sudah menjamur terutama di daerah yang dekat dengan kawasan industri.

Mendaftar kerja di yayasan atau konsultan penyalur kerja ada yang gratis ada yang berbayar. Ada yayasan yang memberlakukan sistem member ada yang tidak. Ada yang gratis tanpa bayar sama sekali sampai bekerja, ada yang harus membayar sejumlah uang jika sudah dinyatakan lolos oleh perusahaan. Semua tergantung dari kebijakan masing-masing yayasan.

3. Titip Lamaran Langsung di Pos Satpam Perusahaan

Titip surat lamaran langsung di pos satpam perusahaan yang diinginkan adalah hal yang benar-benar perjuangan. Kenapa saya bilang benar-benar perjuangan? Ya, karena kita harus berkorban ongkos (bensin) untuk mengelilingi kawasan, rela panas-panasan, rela malu bertanya lowongan ke satpam juga harus bisa sabar dan legowo ketika lamaran yang akan kita titipkan ditolak.

Ketika bertanya lowongan kerja ke pos satpam, seringnya satpam bilang tidak ada lowongan. Meskipun beberapa ada yang mau dititipi surat lamaran kita. Kalau mau dititipi, okelah. Tapi kalau nggak mau kita harus tetap tenang dan sabar. Coba tanyakan dengan sopan biasanya pendaftaran karyawan baru untuk perusahaan tersebut lewat mana/apa. Pasti satpam akan menjawab, mungkin lewat pos, email atau yayasan.

Jika satpam mengatakan lewat pos jangan lupa minta alamat perusahaan. Jika lewat email mintalah alamat emailnya. Dan jika lewat yayasan tanyakan yayasan mana beserta alamatanya.

4. Kirim Lamaran Kerja via Email

Mengirim surat lamaran kerja melalui email sedang marak untuk sekarang ini. Mungkin karena perkembangan teknologi yang begitu pesat dan kemudahan-kemudahan yang diperoleh berkat adanya smartphone dengan harga murah. Kita tinggal membuat Surat lamaran dengan format Pdf yang dilengkapi dengan scan berkas lampiran seperti surat lamaran pada umumnya. Kemudian dengan mudah kita bisa mengirim file lamaran kerja tersebut melalui email dengan menggunakan smartphone kita.

5. Mendaftar pekerjaan secara On-line

Sama seperti mendaftar pekerjaan via email, mendaftar secara online pun sekarang sedang ngetren. Ada perusahaan yang memang menyediakan formulir pendaftaran calon karyawan baru di website-nya. Ada juga perusahaan yang memasang lowongan kerjanya di situs-situs online seperti JobsDb, Jobstreet, dll.

Pelamar kerja tinggal mendaftar dan mengisi kolom pendaftaran sesuai apa yang diminta pada situs-situs tersebut. Jika sudah berhasil mendaftar perusahaan akan menyeleksi berkas dan yang sesuai dengan kriteria akan dipanggil melalui email, telepon atau SMS.

6. Bergabung Grup Pencari Kerja di Sosial Media

Dunia maya menjadi penyampai informasi yang viral. Informasi lowongan kerja pun kerap diposting dan dibagikan oleh sesama pencari kerja ke dalam berbagai grup lowongan pekerjaan di media sosial. Informasi lowongan kerja terbaru akan cepat tersebar luas sehingga akan menguntungkan bagi pencari kerja yang bisa bergerak cepat. Jadi, bergabunglah ke grup sesama pencari kerja di media sosial.

7. Mendaftar Kerja Melalui Calo

Mendaftar kerja melalui calo sangat tidak saya rekomendasikan. Hal ini dikarenakan mendaftar kerja melalui calo sangat besar resikonya. Resiko apa? Resiko kerugian si pencari kerja akibat penipuan.

Keadaan si pencari kerja yang sedang mati-matian berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Percaya atau tidak, sudah banyak yang menjadi korban tipu-tipu calo pekerjaan. Mulai dari yang tertipu ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Biasanya calo meminta uang dulu, baru diproses. Giliran uang sudah diberi, eh calonya kabur. Memang tidak semua calo seperti itu. Cuma harus ekstra hati-hati kalau berurusan dengan dia.

Penutup

Itu tadi cara mencari lowongan kerja untuk lulusan SMK. Sekedar saran dari saya jika Anda berniat untuk mengirim lamaran kerja melalui pos ataupun via email jangan menunggu ada informasi pembukaan lowongan kerja. Lebih baik kirim lamaran kerja Anda kapanpun tanpa menunggu ada informasi lowongan kerja.

Menurut pengalaman, saya ngepos/email setiap ada informasi lowongan/tes yang lamarannya harus via pos atau email tidak pernah ada panggil. Giliran saya mengirim via pos/email tanpa ada informasi lowongan sebelumnya malah banyak panggilan.


Logikanya, jika Anda mengirim lamaran sebelum pembukaan lowongan maka lamaran akan sampai lebih cepat. Nah, pas ada lowongan kebetulan lamaran Anda dibuka dan masuk kriteria, akhirnya dipanggil deh. Sedangkan ketika Anda mengirim Lamaran kerja via pos/email setelah ada informasi lowongan, kemungkinan ketika lamaran Anda sampai disana kiriman lamaran sudah menumpuk atau lowongan sudah tutup, jadi nggak dipanggil.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari pekerjaan. Tetap semangat, salam bolangers.....

Posting Komentar

0 Komentar