Cara Gampang Agar Lolos Psikotes Kerja

Bagaimana cara gampang agar lolos psikotes kerja? Mungkin banyak yang bertanya-tanya soal ini. Kelihatannya soal mudah, simpel, sepele saat mengerjakan soal psikotes itu, tapi kok setelah hasil diumumkan ternyata tidak lolos. Banyak kejadian seperti itu, termasuk pada kawan-kawan yang sedang berjuang mencari pekerjaan bersama saya.

Sebenarnya untuk bisa lolos psikotes tidaklah sulit, tapi tidak juga mudah. Kalau dibilang orang pintar (di sekolah) akan gampang lolos psikotes juga salah, buktinya saya pernah psikotes di suatu perusahaan bersama teman SMK yang rankingnya selalu lebih bagus dari saya, dan ternyata saya lolos, teman saya gagal. Bukan karena temanku sekarang menjadi bodoh, tapi mungkin karena perusahaan lebih memilih mempekerjakan seorang yang bodoh seperti saya :-D

Pintar atau bodoh di sekolah (dulu) karena ranking tidak berpengaruh pada hasil psikotes sekarang. Percayalah, yang berpengaruh dari sekolah hanya jurusan dan nilai ujian akhir nasional kita. Bukankah biasanya di pengumuman lowongan kerja ada kriteria nilai tertentu harus sekian? Nilai matematika minimal harus 7,5 misalnya. Selebihnya tinggal bagaimana usaha kita dalam mengerjakan soal-soal psikotes yang ada.

Saya bukanlah orang yang selalu lolos di setiap psikotes kerja. Seingat saya pernah gagal psikotes untuk pabrik ban di Purwakarta. Entah kenapa bisa gagal padahal sudah berusaha untuk mengerjakan semampunya. Mungkin hasil psikotes saya tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh perusahaan tersebut. Yang pasti belum rejeki saya untuk bekerja di perusahaan itu.

Pernah ada satu cerita, saya mengikuti psikotes di perusahaan otomotif di Cikarang. Saya sudah datang tepat waktu. Sambil menunggu jam tes, saya duduk di tempat yang ditunjuk satpam. Di sana ada beberapa karyawan yang menunggu jam masuk kerja sambil ngopi-ngopi. Akhirnya kami ngobrol. Saya bertanya-tanya bagaimana tentang pabrik ini.

Dari hasil ngobrol itu akhirnya semangat saya untuk bisa masuk kerja di situ mengendur. Saya tidak suka dengan kebijakan perusahaan, salah satunya kalau sudah tanda tangan kerja harus bersedia ditahan ijazahnya. Sempat bingung mau lanjut ikut psikotes atau pulang.

Berhubung sudah terlanjur masuk dan parkir motor di parkiran pabrik, mau tidak mau saya harus tetap mengikuti psikotes itu. Malu kalau baru sampai, belum tes sudah pulang duluan.

Tepat pukul 07.30 kami di panggil untuk masuk ke dalam ruang tes. Aturan dan tata cara mengikuti psikotes dibacakan, sambil lembar soal dibagikan. Saya lupa ada berapa soal waktu itu. Yang jelas soal matematika, kebanyakan soal cerita. Karena tidak ada niat untuk lolos tes tersebut, saya mengerjakan soal dengan lambat, cara mengerjakan pun ada yang saya tulis ada yang tidak. Pokoknya setiap lembar soal saya kerjakan dengan lelet dengan harapan tidak lolos.

Setelah soal logika dan kawan-kawannya, kini tiba saatnya tes terakhir. Ya, tes gambar. Kami disuruh menggambar orang dan menerangkan siapa orang tersebut dengan aktivitas, kelebihan dan kekurangannya. Saya menggambar orang dengan sangat tidak niat. Saya menggambar dengan main-main, kaki orang pada gambar saya buat besar sebelah. Terlihat sekali perbedaan ukuran kakinya, lenih dari 2 kali kaki satunya. Dalam hati, dengan lelet mengerjakan soal dan gambar orang yang kakinya besat sebelah semoga tidak lolos psikotes ini. Gambar dikumpulkan, kami dipersilahkan keluar ruangan dan menunggu hasil sekitar jam 1 siang.


Skip, skip, skip. Tak terasa sudah jam 1 siang, Pengumuman sudah ada. Meski tidak berniat kerja di situ, saya masih mau melihat hasil psikotes. Saya mau tersenyum dengan penuh kemenangan ketika tau saya gagal psikotes di situ. Eh lagi-lagi saya yang kaget. Ternyata nama saya ada di situ. Saya lolos. Akhirnya saya ke ruangan tes yang sama untuk interview, ternyata benar pas interview HRD bilang kalau ijazah ditahan. Saya tetap tidak bersedia.

Lihatlah, kenyataannya psikotes yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh bisa tidak lolos, sementara tes yang saya kerjakan dengan main-main malah lolos. Jadi apa yang membuat kita lolos tes? Pertimbangan kriteria tertentu dari HRD tentang hasil psikotes (mungkin). Tapi yang paling mempengaruhi adalah faktor keberuntungan masing-masing pencari kerja.

Tips Menghadapi Psikotes dengan Mudah

Cara Agar Lolos Psikotes Kerja

Bagi Anda yang masih ada rasa takut gagal dalam menghadapi soal psikotes mungkin bisa mengikuti cara-cara yang saya lakukan. Jangan kemana-mana dulu, karena di sini akan saya tuliskan mulai dari persiapan hingga cara mengerjakan soal psikotes. Berikut ini cara gampang agar lolos psikotes kerja.

1. Latihan Soal Psikotes

Mengerjakan latihan soal psikotes jarang sekali saya lakukan. Saya hanya mengerjakan soal yang diberikan di grup facebook atau soal yang didapat dari kawan saya. Kalau mau belajar mengerjakan soal latihan psikotes, Anda bisa membelinya di toko buku atau mencari ebook secara gratis di internet.

Mengerjakan soal latihan psikotes jangan mengutamakan hasil. Ingat, ini cuma latihan bukan tes di pabrik. Jangan dihafalkan, tapi coba dipahami caranya, mainkan logikanya. Jika Anda sudah paham, sudah mengerti logikanya baru cocokkan hasilnya dengan kunci jawaban.

Mungkin masih ada yang bingung dengan soal cerita. Baca dulu soalnya sampai selesai, mainkan logika, baru dikerjakan. Angka di soal cerita biasanya kecil, cuma butuh penalaran untuk mengerjakannya.

Kerjakan juga sola latihan tentang matematika dasar, dari yang saya jumpai pasti setiap psikotes ada tentang matematika dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Perdalam kemampuan cara menghitungnya, karena masih ada saja yang salah dalam menghitung angka kecil. Mungkin karena sudah lama lulus jadi lupa caranya. Misal Berapakah hasil dari 0,01 – 0,0001?

2. Cukup Istirahat

Kalau besok pagi psikotes, usahakan jangan begadang di malam hari sebelum psikotes. Usahakan tidur sebelum jam 11 malam. Yang saya rasakan kalau kurang tidur, konsentrasi buyar pas mengerjakan soal psikotes.

3. Datang Lebih Awal

Usahakan untuk datang lebih awal dari jam tes. Idealnya sudah sampai di lokasi 30 menit sebelum tes dimulai, sehingga kita bisa menenangkan pikiran setelah perjalan dari rumah ke tempat tes. Toh sembari menunggu kita bisa kenalan dengan sesama peserta tes, akhirnya bisa saling tukar info lowongan kerja lainnya. Bukan begitu?

4. Bawa Alat Tulis Cadangan

Jangan berangkat dengan hanya membawa 1 buah bolpoin, 1 buah pensil. Setiap akan mengikuti psikotes kerja usahakan selalu membawa alat tulis cadangan untuk menghindari kejadian yang tak terduga. Mungkin saja di tengah pengerjaan soal psikotes tiba-tiba bolpoin tidak nyata, atau pensil patah Anda masih bisa tenang karena ada alat tulis cadangan.

5. Kerjakan Soal Dengan Tenang

Setelah waktu tes dimulai, kontrol pikiran Anda sebisa mungkin agar tetap tenang. Anda tidak perlu memikirkan hasil akhirnya apakah lolos atau tidak. Yang paling penting adalah menyelesaikan soal yang ada di hadapan Anda. Semangat, optimis, konsentrasi dan percayalah pada kemampuan diri sendiri bahwa Anda bisa mengerjakannya.

Kerjakan soal sesuai aturan. Jika waktunya habis dan harus pindah ke lembar soal berikutnya ikuti saja. Tidak apa kalau masih ada soal yang belum dijawab, lanjut saja sesuai instruksi.

Biasanya dalam satu lembar soal psikotes ada soal yang susah dan ada yang gampang. Kerjakan yang gampang-gampang dulu, sisanya yang susah kerjakan belakangan saja. Memangnya boleh seperti itu? Jelas boleh, lah wong saya juga ngerjain yang gampang dulu baru terakhir yang susah-susah kok, nyatanya lolos. Kalau masih ragu coba saja tanya ke mbak yang ngetes boleh lompat-lompat gak ngerjainnya :mrgreen:

6. Berdoa

Kalau kita sudah berusaha maksimal mengikuti tes seleksi penerimaan calon karyawan, saatnya sekarang kita serahkan semua ke sang pemberi rejeki. Berdoalah sesuai kepercayaan Anda. Seperti apapun usaha kita tidak akan pernah berhasil tanpa campur tanganNya.

Penutup

Itulah beberapa cara gampang agar lolos psikotes untuk seleksi penerimaan calon karyawan baru. Karena ini hanya penyimpulan saya selama menjadi pencari kerja, maka saya katakan cara ini tidak selamanya benar, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba.

Semoga bermanfaat. Salam bolangers....

Posting Komentar

0 Komentar